|
PAPARAN
LOW LEVEL LASER PADA LATIHAN ANAEROBIK
DALAM
MENINGKATKAN JUMLAH SERABUT OTOT PUTIH
DAN
PENINGKATAN KAPASITAS KERJA ANAEROBIK
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SANTIKA
RENTIKA HADI
Pendidikan
Kepelatihan Olahraga / FKIP
Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya
HAYATI
Pendidikan
Kepelatihan Olahraga / FKIP
Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya
|
Paparan Low level Laser (LLL) dalam bidang kesehatan biasa digunakan
sebagai Therapy
diantaranya digunakan untuk terapi stroke,
terapi penyembuhan cidera, terapi untuk recovery kelelahan, terapi
untuk penderita diabetes. Penggunaan LLL pada titik akupungtur yang tepat
akan dapat memacu peningkatan jumlah mitochondria dan ATP dalam sel otot.
Penggunaan Low Level Laser (LLL) di
bidang olahraga masih sangatlah terbatas pada terapi pemulihan setelah cidera
atau kelelahan. Paparan LLL diharapkan dapat menunjang kearah prestasi
olahraga. Penelitian penggunaan paparan LLL pada model hewan coba tikus putih
wistar yang dipadukan dengan latihan anaerobik memaparkan analiais terhadap
paparan LLL, dan perpaduan latihan anaerobik dengan paparan LLL menyimpulkan bahwa : Terjadi peningkatan
kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada
tikus putih jenis wistar yang diberi latihan anaerobik. Terjadi peningkatan
kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada
tikus putih jenis wistar yang diberi paparan LLL. Terjadi peningkatan
kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada
tikus putih jenis wistar yang diberi latihan anaerobik dengan paparan LLL. Direkomendasikan
paparan LLL dipadukan latihan sebagai upaya pencegahan timbulnya cidera dan
patologi yang diaibatkan latihan olahraga.
Kata kunci: Latihan Olahraga, LLL, Anaerobik
Santika Rentika Hadi, Hayati, 2014, Teknologi
Low Level Laser pada Latihan Olahraga,
proceeding ‘Refleksi Kritis Prestasi Olahraga
Indonesia menghadapi Asean Games 2018’
PPS UNY Jogjakarta
|
|
|
|
|
Hasil
latihan terutama masih diarahkan pada peningkatan prestasi yang berdasar pada
kemampuan kinerja fisik. Sementara itu, kualitas sumber daya manusia yang
diharapkan bukan sekedar memiliki kemampuan kinerja fisik yang baik saja
tetapi juga sehat. Masih sering terjadi seorang terkena sakit akibat latihan
fisik yang berat. Bagaimana agar pencapaian hasil latihan sekaligus memiliki
tingkat kesehatan yang baik, diperlukan penerapan latihan yang tidak
berlebihan sehingga merugikan faktor kesehatan. Salah satu pilihan yang
dikemukakan dengan menseimbangkan beban latihan melalui modivikasi tertentu.
Penelitian ini akan memanfaatkan pemaparan LLL sebagai penyeimbang
pengurangan beban latihan berat untuk tetap dapat mencapai performa maksimal
dengan tidak mengorbankan kesehatan.
|
Penelitian membuktikan bahwa Terjadi peningkatan kapasitas kerja
anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis
wistar yang diberi latihan anaerobik. Terjadi peningkatan kapasitas kerja
anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis
wistar yang diberi paparan LLL. Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik
dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang
diberi latihan anaerobik dengan paparan LLL. Direkomendasikan paparan LLL
dipadukan latihan sebagai upaya pencegahan timbulnya cidera dan patologi yang
diaibatkan latihan olahraga.
Gambar 1. perlakuan
latihan renang anaerobik.
Gambar 2. perlakuan
paparan LLL
Gambar 3. Sel
otot soleos kelompok lat anaerobik
Gambar 4. Sel
otot soleus kelompok paparan LLL
Gambar 5. Sel
otot soleos kelompok lat anaerobic dipapar LLL.
Gambar 6. Sel
otot soleus kelompok kontrol
|
|
|
|
|
Metode dalam penelitian ini menggunakan
model hewan coba tikus jenis wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok
masing-masing 7 ekor kelompok 1 diberi perlakuan latihan renang anaerobik
(Gambar 1), kelompok 2 diberi perlakuan paparan LLL pada otot soleos (Gambar 2), kelompok 3
diberi perlakuan latihan renang anaerobik dengan dipapar LLL, dan kelompok 4
sebagai kelompok kontrol. Akhir perlakuan diperoleh data kondisi awal dan akhir
dari Kapasitas kerja Maksimal (KKM) Anaerobik, dan data ekspresi serabut otot
putih pada otot soleos (Gambar 3). Data yang diperoleh dianalisis statistik
dengan bantuan program SPSS.
|
|
Minggu, 14 Desember 2014
TEKNOLOGI LOW LEVEL LASER DALAM LATIHAN OLAHRAGA
Langganan:
Komentar (Atom)