Minggu, 14 Desember 2014

TEKNOLOGI LOW LEVEL LASER DALAM LATIHAN OLAHRAGA


 
PAPARAN LOW LEVEL LASER PADA LATIHAN ANAEROBIK
DALAM MENINGKATKAN JUMLAH SERABUT OTOT PUTIH
DAN PENINGKATAN KAPASITAS KERJA ANAEROBIK
 
 
Flowchart: Document: Peneliti
 Flowchart: Document: Ringkasan Eksekutif
 
SANTIKA RENTIKA HADI
 
Pendidikan Kepelatihan Olahraga / FKIP
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
 
HAYATI
 
Pendidikan Kepelatihan Olahraga / FKIP
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
 
Paparan Low level Laser (LLL) dalam bidang kesehatan biasa digunakan sebagai Therapy diantaranya digunakan untuk terapi stroke,  terapi penyembuhan cidera, terapi untuk recovery kelelahan, terapi untuk penderita diabetes. Penggunaan LLL pada titik akupungtur yang tepat akan dapat memacu peningkatan jumlah mitochondria dan ATP dalam sel otot. Penggunaan Low Level Laser (LLL)  di bidang olahraga masih sangatlah terbatas pada terapi pemulihan setelah cidera atau kelelahan. Paparan LLL diharapkan dapat menunjang kearah prestasi olahraga. Penelitian penggunaan paparan LLL pada model hewan coba tikus putih wistar yang dipadukan dengan latihan anaerobik memaparkan analiais terhadap paparan LLL, dan perpaduan latihan anaerobik dengan paparan LLL  menyimpulkan bahwa : Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang diberi latihan anaerobik. Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang diberi paparan LLL. Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang diberi latihan anaerobik dengan paparan LLL. Direkomendasikan paparan LLL dipadukan latihan sebagai upaya pencegahan timbulnya cidera dan patologi yang diaibatkan latihan olahraga.
Kata kunci: Latihan Olahraga, LLL, Anaerobik
Flowchart: Document: HKI dan Publikasi
 Santika Rentika Hadi, Hayati,  2014, Teknologi Low Level Laser   pada Latihan Olahraga, proceeding ‘Refleksi Kritis Prestasi  Olahraga Indonesia menghadapi Asean Games  2018’ PPS  UNY  Jogjakarta

Flowchart: Document: Latar Belakang
 Flowchart: Document: Hasil dan Manfaat
Hasil latihan terutama masih diarahkan pada peningkatan prestasi yang berdasar pada kemampuan kinerja fisik. Sementara itu, kualitas sumber daya manusia yang diharapkan bukan sekedar memiliki kemampuan kinerja fisik yang baik saja tetapi juga sehat. Masih sering terjadi seorang terkena sakit akibat latihan fisik yang berat. Bagaimana agar pencapaian hasil latihan sekaligus memiliki tingkat kesehatan yang baik, diperlukan penerapan latihan yang tidak berlebihan sehingga merugikan faktor kesehatan. Salah satu pilihan yang dikemukakan dengan menseimbangkan beban latihan melalui modivikasi tertentu. Penelitian ini akan memanfaatkan pemaparan LLL sebagai penyeimbang pengurangan beban latihan berat untuk tetap dapat mencapai performa maksimal dengan tidak mengorbankan kesehatan.
 
Penelitian membuktikan bahwa Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang diberi latihan anaerobik. Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang diberi paparan LLL. Terjadi peningkatan kapasitas kerja anaerobik dan peningkatan jumlah serabut otot putih pada tikus putih jenis wistar yang diberi latihan anaerobik dengan paparan LLL. Direkomendasikan paparan LLL dipadukan latihan sebagai upaya pencegahan timbulnya cidera dan patologi yang diaibatkan latihan olahraga.
 
          
Gambar 1. perlakuan latihan renang anaerobik.
Gambar 2. perlakuan paparan LLL
 
           
 
Gambar 3. Sel otot soleos kelompok lat anaerobik
Gambar 4. Sel otot soleus kelompok paparan LLL
 
           
 
Gambar 5. Sel otot soleos kelompok lat anaerobic dipapar LLL.
Gambar 6. Sel otot soleus kelompok kontrol
 
 
Flowchart: Document: Metode
 
Metode dalam penelitian ini menggunakan model hewan coba tikus jenis wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 7 ekor kelompok 1 diberi perlakuan latihan renang anaerobik (Gambar 1), kelompok 2 diberi perlakuan paparan LLL  pada otot soleos (Gambar 2), kelompok 3 diberi perlakuan latihan renang anaerobik dengan dipapar LLL, dan kelompok 4 sebagai kelompok kontrol. Akhir perlakuan diperoleh data kondisi awal dan akhir dari Kapasitas kerja Maksimal (KKM) Anaerobik, dan data ekspresi serabut otot putih pada otot soleos (Gambar 3). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan bantuan program SPSS.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar