Drs. Santika Rentika Hadi, M.Kes.
Menurut
Undang-undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, yang
dimaksud dengan lanjut usia adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun
ke atas. lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam
ukuran dan fungsi serta telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu.
Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang
menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah
disebut lanjut usia. Berbagai penyakit
yang secara umum mulai terjadi pada memasuki usia lanjut diantaranya : diabetes
mellitus, hipertensi, jantung koroner, rematik, asma, dan tekanan darah tinggi.
Setiap orang memiliki tiga
macam umur : (1) Umur kronologis; (2) Umur biologis; dan (3) Umur psikologis. Umur
kronologik dapat ditahapkan sebagai berikut :
¨ Neonatus 0-1 bulan
¨ Bayi 1-12 bulan
¨ Balita
1-5 tahun
¨ Pra
sekolah 4-6 tahun
¨ Anak
wanita 5-12 tahun
Pria 12-14
tahun
¨ Prapubertas
wanita 10-12
tahun
Pria 12-14
tahun
¨ Pubertas
wanita 12-14
tahun
Pria
14-16
tahun
¨ Remaja
wanita 14-18
tahun
Pria 16-21
tahun
¨ Dewasa
muda wanita 18-35
tahun
Pria
21-35 tahun
¨ Tua
35-55
tahun
¨ Lansia 55-60
tahun
¨ Lansia
resiko tinggi 60-70
tahun
Yang mengidap penyakit
Untuk usia di atas 40 tahun terdapat pengelompokan
sebagai berikut :
¨ Usia
menjelang lanjut 40-55 tahun
¨ Usia
lanjut masa pensiun 55-64
tahun
¨ Usia
lanjut masa senescens >
65 tahun
¨ Usia
lanjut resiko tinggi >
70 tahun
WHO mengelompokkan lansia menjadi :
¨ Middle
age 45-59 tahun
¨ Elderly 60-74 tahun
¨ Old 75-90 tahun
¨ Very
old >
90 tahun
Salah satu upaya untuk
menjaga, meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani bagi lansia (lanjut usia)
adalah dengan melakukan olah raga. Olahraga adalah aktivitas fisik yang
terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang serta
ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani
Manfaat Olahraga Untuk Lansia
¨ Meningkatkan
kekuatan otot jantung, memperkecil resiko serangan jantung.
¨ Melancarkan
sirkulasi darah dalam tubuh, sehingga menurunkan tekanan darah dan menghindari
penyakit tekanan darah tinggi.
¨ Menurunkan kadar lemak dalam tubuh
¨ Menguatkan
otot-otot tubuh
¨ Meningkatkan
sistem kekebalan tubuh
¨ Mengurangi
stress dan ketegangan pikiran
Kaidah
Berolahraga
FITT Frequency, Intensity, Time, Type
¨ Frequensi
= seberapa sering or dilakukan
¨ Intensity = seberapa keras or dilakukan, biasanya
rendah, sedang, tinggi
¨ Time = waktu mengacu pada durasi, seberapa
lama waktu dalam satu latihan
¨ Type = jenis latihan yg dilakukan
Dengan
penerapan sebagai berikut :
¨ Frequensi = setidaknya 3 kali / minggu
¨ Intensity = Intensitas latihan yang dilakukan dipantau
melalui perhitungan denyut nadi dengan cara meraba pergelangan tangan menggunakan
tiga jari tengah tangan yang lain.
¨ Time = 10 menit – 30 menit Bila latihan
diluar gedung sebaiknya
pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari
setelah pukul 15.00.
¨ Type = Jenis aktivitas fisik untuk lansia
dapat berupa latihan aerobic, penguatan otot, flexybilytas,
keseimbangan
Untuk mengetahui intensitas latihan, dapat dilihat
pada daftar berikut ini
Usia Berlatih dalam denyut
nadi
¨ 55 tahun 115-140/menit
¨ 56 tahun 115-139/menit
¨ 57 tahun 114-138/menit
¨ 58 tahun 113-138/menit
¨ 59 tahun 113-137/menit
¨ 60 tahun 112-136/menit.
Usia
Berlatih
dalam denyut nadi
¨ 50 tahun 102-127/menit
¨ 55 tahun 99-123/menit
¨ 60 tahun 96-120/menit
Menentukan Intensitas melalui prosentasi DNM
¨ Denyut
Nadi Maksimal (DNM) = 220 dikurangi umur
¨ Latihan
pada 60 - 75% DNM
¨ Misalkan
seseorang berusia 60 tahun
¨ Maka
DNMnya 220 - 60 = 160 per menit.
¨ DN
latihan yang disarankan adalah 96-120 per menit
¨ DN
latihan ini dipertahankan selama 20 - 30 menit
Jenis latihan
¨ Latihan
aerobic 30 menit setiap hari, setidaknya 3 kali tiap minggu. Dengan berjalan,
jogging, berke-bun, naik trap, latihan dalam air, bersepeda statis, bersepeda
¨ Latihan
penguatan otot, Missal aktivitas melawan gravitasi
¨ Fleksibilitas
dan keseimbangan, dirancang dengan melibatkan sendi sendi utama : panggul,
punggung, bahu, lutut dan leher
Tahapan Latihan
Rangkaian proses dalam setiap latihan, meliputi
pemanasan, Kondisioning, dan Penenangan.
a. Pemanasan
detak
jantung telah mencapai 60 % detak jantung maksimal, suhu tubuh naik 1-2 derajat
Celsius, dan badan berkeringat.
b. Kondisioning
Karena
latihan ini merupakan latihan kebugaran jasmani sebaiknya berisikan salah satu
komponen kebugaran jasmani.
c. Penenangan
mengembalikan kondisi tubuh berupa stretching dan aerobic ringan
Penelitian OR pada Lansia
¨ Pembinaan Fisik Lansia melalui Aktivitas
Olah raga Jalan Kaki
¨ Pembinaan Fisik Lansia melalui Aktivitas
Olah raga renang
¨ Pembinaan Fisik Lansia melalui Aktivitas
Olah raga senam lansia
¨ Pengaruh Senam Lansia terhadap Penurunan Skala
Insomnia pada lansia
¨ Pembinaan Fisik Lansia melalui Aktivitas
Olah raga Senam Ergonomik
Olah
Raga Renang Lansia
¨ Olahraga
aerobik tapi tempatnya di kolam renang,
¨ Tidak
ada ekstra beban terhadap sendi, tulang dan otot.
¨ Kondisi
dalam air yang tanpa tekanan dapat mengeliminasi cedera yang kadang bisa
terjadi pada latihan olahraga di darat
¨ Mahir
atau tidak mahir dalam berenang, olahraga ini bisa menyebabkan rasa nyaman
¨ Dapat
dilakukan 20 sampai 30 menit
¨ Aman
untuk latihan bagi penderita osteoporosis.
¨ Meningkatkan
kekuatan otot, mengurangi nyeri
¨ Meningkatkan
keseimbangan
¨ Membantu
untuk rileks dan meningkatkan sirkulasi darah, lingkup gerak sendi, tonus otot,
dan kepercayaan diri
Bentuk-Bentuk Latihan Air :
¨ Jalan
di air atau water jogging
¨ Aerobik
air yaitu gerakan ritmik
¨ Latihan
penguatan air
¨ Latihan
kelenturan, merentang yang penuh
¨ Terapi
air dan rehabilitasi adalah prosedur di air yang diterapkan untuk tujuan
kesehatan tertentu
¨ Yoga
air dan relaksasi yaitu gerakan mengapung yang mudah dengan air sebagai media
relaksasi
¨ Latihan
di air yang dalam
¨ Latihan
dinding menggunakan dinding kolam renang
¨ Stretching
adalah gerakan pelan khusus
¨ Renang
berjarak
Beberapa
Contoh Senam Untuk Lansia
Senam
Usila
¨ Aktivitas
Fisik Untuk Memperlancar Proses Pencernaan
¨ Aktivitas
Fisik Untuk Mengatur Pengeluaran Energi
¨ Aktivitas
fisik untuk kebugaran otak
¨ kaidah-kaidah
senam secara umum dan khusus untuk usila.
a.
Persiapan sebelum memulai senam
Melakukan pemeriksaan dokter
sebelum memprogramkan untuk berolahraga senam. Setelah dinyatakan dalam kondisi
yang baik, kegiatan bisa diawali dengan pengecekan kondisi fisik dengan
melakukan : Berjalanlah secepat-cepatnya
selama lima menit, kemudian beristirahatlah selama 10 menit. Bila DN < 100 oke, bila dn > 100 dan
kesulitan nafas, maka kembali melakukan pemeriksaan dokter.
b. Pemanasan (warm up)
c.
Takaran Latihan
d.
Pendinginan (cool down)
Waktu yang dibutuhkan lebih kurang 10 menit, dan
sebaiknya dilakukan pada pagi hari sehabis bangun tidur. Adapun tahapan pelaksanaan
:
¨ Pemanasan
1.
Tepuk seluruh tubuh mulai dari kepala, wajah, leher, bahu, dada, punggung,
pinggang, perut, panggul dan kaki. Berikan tepukan lebih lama pada
tempat-tempat yang terasa lebih peka. Lakukan tepukan jari pada wajah dan
lengan.
2.
Sambil berdiri tegak, lakukan pijatan di bahu atas kanan dan kiri (titik
lambung). Pijatan bahu yang lebih belakang dilakukan dengan kedua tangan
sesisi, sedangkan bahu yang di depan dilakukan dengan kedua tangan menyilang.
3.
Sambil membungkuk lakukan pijatan disamping kanan-kiri tulang belakang. Pijatan
dimulai dari ujung tulang belikat sampai ke dubur. Sambil berdiri tegak,
pijatlah perut dengan kedua tangan, mulai dari ujung tulang dada kearah kiri
dan kanan, kemudian lakukan pula pijatan mulai dari ujung tulang dada kearah
pusar.
4.
Dengan kedua telapak tangan diatas perut, lakukan gosokan perut secara
melingkar, dari kiri ke kanan. Rasakan kehangatan sampai kedalam perut. Gerakan
ini seringkali disertai dengan membuang angin (kentut), tanda peristaltik usus
terangsang.
¨ Latihan
Inti
1. Lakukan jalan ditempat dengan mengangkat
kaki cukup tinggi, sehingga lutut menekuk hampir 90 derajad. Imbangi dengan
gerakan jari-jari tangan yang membuka dan menutup bergantian. Kedua lengan
dijatuhkan disamping badan.
2. Putar bahu berulang-ulang, dan sedikit demi
sedikit libatkan lengan sampai dapat memutar bahu dengan lengan lurus. Lakukan
pemutaran ke belakang lebih banyak dari pada ke depan.
3.
Angkat kaki dan tangan berlawanan secara bergantian. Lakukan dengan pelan,
namun gerakan benar.
4. Bungkukkan badan dan arahkan tangan ke kaki yang
berlawanan.
5.
Berdiri tegak, putar badan ke kiri dan ke kanan, dengan mengangkat satu kaki
bergantian, diimbangi oleh gerakan tangan mendorong ke samping.
¨ Pendinginan
1.
Benturkan pangkal jari kaki ke lantai, seirama dengan benturan antara sela jari
tangan kanan dan kiri. Lakukan dengan irama yang makin lama makin perlahan.
2. Lakukan peregangan mulai dari leher, tangan,
togok, sampai kaki.
Senam Ergonomis
¨ Gerakan
ke-1, Lapang Dada
¨ Gerakan
ke-2, Tunduk Syukur
¨ Gerakan
ke-3, Duduk Perkasa :
¨ Gerakan
ke-4 Duduk Pembakaran
¨ Gerakan
ke-5 Berbaring Pasrah :
¨ Gerakan
ke-6 Putaran Energi Inti
Hal-Hal Penting
¨ Seorang
lanjut usia tidak boleh mengalami
kelelahan yang berlebihan, dapat terjadi sesak napas, nyeri dada, atau
pusing. Maka kegiatan olahraga harus segera dihentikan.
¨ Intensitas
olahraga yang boleh dilakukan oleh lansia bersifat individual tergantung pada
usia, jenis kelamin, usia awal menekuni olahraga, keteraturan dan kondisi fisik
organ-organ tubuhnya.
¨ Menurut
Daniel M.Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olah raga dari Univeritas
Arizona mengatakan bahwa cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap
hari, kesehatan mental akan meningkat cepat. Selain itu daya pikir akan
bertambah jernih dan yang menggembirakan dapat mengurangi ketegangan alias
stress serta membuat perasaan menjadi riang selalu
¨ Semua
jenis olahraga yang pada prinsipnya dapat dilakukan oleh lansia, asalkan jenis
olahraga tersebut sudah dikerjakan secara teratur sejak muda. Namun demi
keamanan, olahraga yang dianjurkan oleh para ahli adalah olahraga yang sifatnya
aerobik,
Tidak ada kata terlambat untuk
melakukan latihan olahraga. Olahraga itu adalah kontrak seumur hidup
Terima kasih Pak...artikel Bapak sangat membantu.Saya akan mensosialisasikan kepada ibu saya.Saya tertarik pada bagian tentang penelitian OR pada lansia,hal ini bisa saya terapkan ke ibu saya yang awam tentang pentingnya OR pada usia lanjut.
BalasHapus